Jumat, 03 Juli 2015

beberapa aplikasi penyusun ransum

10 PROGRAM APLIKASI PENYUSUNAN RANSUM TERNAK

1. RC-2002

RC-2002 merupakan sebuah software atau program penyusun ransum yang praktis dan mudah dioperasikan karena :
RC-2002 kita buat dalam versi bahasa Indonesia yang dilengkapi dengan petunjuknya dalam file RC-2002.doc, sehingga mudah dipahami pengoperasiannya.
RC-2002 dibuat dan dioperasikan dengan program dasar Microsoft Excel, sehingga dapat dioperasikan pada setiap komputer yang hampir semuanya sudah dilengkapi dengan program Windows dan Microsoft Office yang di dalamnya terdapat program Microsoft Excel.
RC-2002 dibuat dalam bentuk file yang berukuran kecil dan dapat disimpan dalam satu disket, sehingga mudah dibawa dan dioperasikan dimana-mana.
Metode penyusunan ransum yang digunakan adalah metode trial and error, sehingga lebih mudah dilakukan terutama bagi mereka yang sudah sering melakukan atau berpengalaman.

RC-2002 merupakan hasil modifikasi dan pengembangan yang kita lakukan terhadap program penyusunan ransum OSUNRC2002 yang dibuat oleh D. R. Gill dan D. L. Lalman dari Animal Science Department, Oklahoma State University, US. RC-2002 dibuat dan dioperasikan dengan menggunakan spreadsheet program aplikasi Microsoft Excel. Model yang digunakan berdasarkan Nutrient Requirements for Beef Cattle and Dairy Cattle yang diterbitkan oleh National Academy Sciences tahun 1984, 1996, 2002, dan 2003.
RC-2002 terdiri dari empat lembar kerja (sheet) yang saling berkaitan, yaitu :

Lembar kerja FORMULASI

Lembar kerja FORMULASI merupakan lembar kerja utama, di mana kita melakukan penyusunan ransum sekaligus melihat hasilnya. Lembar kerja ini berisi beberapa sel isian yang harus kita isi dengan data yang diperlukan dalam penyusunan ransum dan berisi hasil serta interpretasi terhadap ransum yang kita buat.
Beberapa data atau isian yang harus kita masukkan dalam lembar kerja ini antara lain 1) Kode dasar penyusunan ransum, berdasarkan bahan segar atau bahan kering, 2) Kode dan jumlah bahan pakan yang  kita gunakan dalam menyusun ransum, 3) Berat badan ternak, 4) Jenis kelamin ternak, dan 5) Bangsa ternak.
Pada lembar kerja ini kita juga dapat melihat hasil penyusunan ransum yang kita lakukan, yaitu yang meliputi jenis dan jumlah masing-masing bahan pakan yang akan digunakan untuk menyusun ransum, kandungan zat makanan ransum yang kita buat yang dibandingkan dengan kebutuhan ternak dan interpretasinya, harga per kg ransum, perkiraan konsumsi pakan segar dan BK, perkiraan produksi yang akan dicapai, rasio antara konsumsi pakan dan produksi, serta biaya pakan per kg produksi. Print out lembar kerja FORMULASI dapat dilihat pada Lampiran 1.

Lembar kerja DAFTAR_BAHAN

Lembar kerja DAFTAR_BAHAN merupakan lembar kerja yang berisi database bahan pakan yang akan digunakan dalam menyusun ransum. Database tersebut berisi tentang kode, nama, kandungan zat makanan, dan harga masing-masing bahan pakan. Kandungan zat makanan meliputi BK, PK, lemak, SK, NDF, eNDF, ADF, TDN, NE dan beberapa mineral penting.
Kita dapat mengisi atau menambah isi database tersebut dengan memasukkan sebanyak-banyaknya bahan pakan beserta data kandungan zat makanan dan harganya.
Data yang ada dalam database ini akan digunakan dalam perhitungan untuk menyusun ransum pada lembar kerja FORMULASI dan lembar kerja NUTRIENT. Kelengkapan dan keakuratan data masing-masing bahan pakan yang ada pada lembar kerja DAFTAR_BAHAN akan sangat menentukan keakuratan ransum yang kita buat. Jika salah satu data dari salah satu bahan pakan yang kita gunakan dalam menyusun ransum tidak akurat, maka data tersebut tidak bisa kita gunakan sebagai kriteria dalam menentukan kualitas ransum yang kita buat. Misalnya, kandungan Ca dari salah satu atau lebih bahan pakan yang kita gunakan dalam menyusun ransum tidak ada (kosong), terlalu rendah atau terlalu tinggi, maka kandungan Ca dalam ransum yang kita buat akan salah (tidak akurat) sehingga tidak bisa kita gunakan sebagai pedoman dalam mengetahui kandungan Ca dalam ransum tersebut.
Oleh karena itu data tentang bahan pakan yang kita masukkan dalam lembar kerja ini harus selengkap dan seakurat mungkin. Jika tidak tersedia data hasil analisis kandungan zat makanan suatu bahan pakan, kita dapat menggunakan data dari beberapa literatur yang ada dengan hati-hati agar data tentang bahan pakan yang kita masukkan dapat selengkap mungkin tetapi akurasinya tetap tinggi.
Catatan : Data bahan pakan dengan kode 0 sampai 79 pada lembar FORMULASI masih diperoleh dari file aslinya, sehingga sebagian besar bahan pakan yang ada tidak umum kita jumpai di Indonesia dan harga yang tertera disana masih dalam bentuk satuan US dollar. Kita dapat mengubah atau mengganti data tersebut dengan data bahan pakan yang bisa kita jumpai dan kita gunakan dalam menyusun ransum dengan satuan harga rupiah, seperti pada bahan pakan dengan kode 80 dan seterusnya. Print out lembar kerja DAFTAR_BAHAN dapat dilihat pada Lampiran 2.

Lembar kerja NUTRIENT

Lembar kerja NUTRIENT merupakan lembar kerja bantu dalam perhitungan menyusun ransum. Oleh karena itu lembar kerja ini banyak mengandung rumus-rumus dan hasil perhitungan yang menggunakan sejumlah data pada lembar kerja DAFTAR_BAHAN dan FORMULASI. Hasil perhitungan pada lembar kerja ini akan digunakan dalam perhitungan selanjutnya pada lembar kerja FORMULASI.  Kebenaran dan keakuratan rumus yang ada pada lembar ini sangat penting untuk mendapatkan hasil perhitungan dan ransum yang  akurat. Oleh karena itu tidak diperkenankan untuk merubah satu rumus pun dalam lembar kerja ini.
Pada kolom harga dan % BK terdapat hasil perhitungan dengan tanda $DIV/0! Yang terkait dengan TRUE atau FALSE pada kolom berikutnya. Hal tersebut bukan kesalahan rumus atau hasil sebagaimana lazimnya dalam perhitungan menggunakan program Excel. Informasi tersebut justru sebagai kontrol bahwa hasil perhitungan tersebut betul, sehingga tidak seharusnya diragukan. Print out lembar kerja NUTRIENT dapat dilihat pada Lampiran 3.

Lembar kerja PENCAMPURAN

Lembar kerja PENCAMPURAN berisi tentang kode, jenis dan persentase serta jumlah masing-masing bahan pakan yang akan digunakan dalam menyusun ransum. Lembar kerja ini sangat penting sebagai pedoman dalam menimbang masing-masing bahan pakan sebelum dicampur menjadi ransum. Berat bahan pakan yang tertera pada kolom keempat atau kolom D adalah berat bahan segar atau yang sudah dikonversi ke berat bahan segar, sehingga tidak perlu khawatir apakah kita menyusun ransum berdasar bahan segar ataupun bahan kering. Print out lembar kerja PENCAMPURAN dapat dilihat pada Lampiran 4.

2. FeedNET
FeedNET ini dibuat sebagai software yang berbasis web. Bukan tanpa alasan, mengingat trend software dewasa ini bergerak ke arah web programming/application, bukan lagi sekedar desktop application. Selain itu untuk memudahkan dalam hal maintenance (perawatan) karena semua data dan aplikasi diletakkan secara terpusat. Tak sekedar maintenance, bahkan yang lebih penting dari itu pun yakni pengaksesan menjadi lebih mudah. Apabila kami membuat feedNet secara OS Dependent(hanya dibangun untuk satu platform saja, semisal windows) maka pengguna OS lain pun akan kesulitan.
Dalam FeedNET setidaknya ada dua bagian utama. Bagian pertama adalah database yang berisi data-data bahan pakan,nutrisi, dan ketersediaan di masing-masing kota.  Sedangkan bagian kedua adalah bagian untuk melakukan formulasi. Bagian Formulasi ini kami buat agar bisa melakukan perhitungan secara client side, ini artinya kerja perhitungan formulasi tidak dibebankan kepada server, melainkan kepada komputer pengaksesnya. Web Browser Anda akan meload sebuah applet, kemudian dengan menggunakan resource dari komputer Anda (processor, memory, dll) applet tersebut akan menghitung dan melakukan formulasinya. Sehingga kecepatan pada bagian ini bergantung pula pada seberapa cepat komputer Anda.
Untuk interface FeedNET kami menggunakan PHP. Adapun untuk perhitungan formulasi secara client side, kami menggunakan JAVA Applet. Kami Membagi FeedNET menjadi 2 bagian terpisah. Yang pertama adalah interface Web, dan yang kedua adalah Aplikasi Web itu sendiri. Untuk interface web disini kami menggunakan CMS (COntent Management System) yaitu Joomla. Dan yang kedua adalah APlikasi Web berbasis PHP yang kami integrasikan dengan Joomla itu sendiri.

3. FeedLIVE 1.5

Versi terbaru dari FeedLIVE yang tercatat dalam situs webnya adalah FeedLIVE 1.5. Software ini bukan dibuat oleh negara-negara maju seperti Amerika Serikat atau Jepang, namun dibuat oleh Thailand. Hal ini menunjukkan betapa pembangunan peternakan di Indonesia tertinggal jauh oleh negara tetangga. FeedLIVE 1.5 diperuntukkan bagi dokter hewan, konsultan peternakan, nutrisionis ternak, maupun para pelaku usaha peternakan. Aplikasi software ini sangat cocok dengan Windows 95, 98, NT, dan XP.

Keluaran (output) dari FeedLIVE 1.5 berupa formulasi bahan-bahan pakan (dalam kilogram, pon, atau ton) yang akan dicampurkan menjadi campuran bahan pakan tunggal yang disebut dengan ransum. Formulasi yang dihasilkan oleh software ini adalah formulasi dengan biaya terendah (least-cost) karena faktor harga bahan pakan turut menjadi alat analisis. Metode progam linear (linear programming) menjadi dasar bagi setiap penghitungan yang diolah oleh FeedLIVE 1.5.
Secara garis besar, langkah-langkah dalam menggunakan FeedLIVE 1.5 sangat sederhana. Setelah memilih pilihan ”formulasi pakan” pada menu utama, FeedLIVE 1.5 akan menampilkan daftar kebutuhan nutrisi dari formula yang dipilih oleh pengguna (user). Kebutuhan nutrisi ini akan berbeda untuk setiap ternak, bahkan seekor ternak yang sama pun akan berbeda kebutuhan nutrisinya, tergantung pada umur, berat badan, dan tujuan produksi. Jika ditekan klik kanan (right click) pada salah satu dari kebutuhan-kebutuhan nutrisi ini, akan muncul menu tambahan yang meminta pengguna untuk mengubah, menghapus, atau menambah kebutuhan nutrisi.
Pengguna dapat memasukkan jenis bahan-bahan pakan yang akan digunakan dalam campuran bahan pakan. Jenis bahan pakan tersebut harus lengkap dengan kandungan nutrisi yang dimiliki. Data ini penting agar FeedLIVE 1.5 mampu menghitung jumlah pakan yang dicampurkan agar dapat memenuhi kebutuhan nutrisi ternak. Pengguna harus mengikuti tahap-tahap yang diminta oleh FeedLIVE 1.5. Jika semua data telah diinput, maka langkah selanjutnya adalah menekan tombol Formulate di pop-up menu atau dengan menekan F9 pada keyboard.
Keluaran dari hasil analisis FeedLIVE 1.5 dapat disimak dengan lengkap dalam preview screen yang muncul setelah menekan tombol F9. Preview screen terdiri atas dua tabel yang berisi formulasi dari bahan-bahan pakan (dalam kilogram, pon, atau ton) yang akan dicampurkan dan kandungan nutrisi dalam campuran bahan-bahan pakan tersebut. FeedLIVE 1.5 dapat diaplikasikan untuk semua jenis ternak karena software ini memiliki basis data lengkap mengenai kebutuhan nutrisi setiap jenis ternak. FeedLIVE 1.5 juga mampu membuat formulasi pakan untuk campuran pakan dengan kapasitas (batch size) maksimal hingga 10 ton. Artinya, FeedLIVE 1.5 dapat diaplikasikan pada peternakan skala kecil hingga industri.

4.WinFeed 2.8

Dalam bisnis penjualan software formulasi pakan ternak, WinFeed 2.8 merupakan kompetitor utama FeedLIVE 1.5. Keduanya memiliki banyak keunggulan dalam melakukan formulasi pakan ternak. Salah satu perbedaannya adalah metode yang digunakan untuk menghitung formulasi pakan. Selain terdapat metode program linear, WinFeed 2.8 dilengkapi pula dengan metode stokastik untuk menghitung formulasi pakan paling murah berdasarkan probabilitas. Penggunaannya kompatibel dengan semua versi Windows dan Unix/Linux.

WinFeed 2.8 memiliki kemampuan melakukan formulasi dari bahan-bahan pakan yang jumlahnya tidak terbatas. Dengan kata lain, WinFeed 2.8 dapat menerima masukan (input) jenis bahan pakan dalam jumlah yang banyak untuk diformulasi dalam bentuk pakan tunggal (ransum). Jika data kandungan nutrisi bahan pakan yang akan diigunakan untuk membuat ransum tidak terdapat dalam WinFeed 2.8, maka pengguna dapat memasukkan data yang dimilikinya ke dalam basis data. Setiap basis data tersebut disimpan dalam file yang terpisah.
Keunggulan lain yang dimiliki WinFeed 2.8 adalah integrasi operasional dengan Microsoft Excel. Pengguna dapat memindahkan dengan mudah data yang ada Microsoft Excel ke WinFeed 2.8 dan sebaliknya. WinFeed 2.8 sangat cocok bagi pengguna yang menginginkan analisis ekonomi dalam formulasi pakan yang dihasilkan. Untuk melengkapi formulasi pakan hasil penghitungan, WinFeed 2.8 menyertakan pula harga marginal (marginal price), harga bayangan (shadow price), dan alat analisis ekonomi lainnya dari formulasi pakan yang dihasilkan. Oleh karena itu, pengguna WinFeed 2.8 sebagian besar adalah para pelaku usaha peternakan.
WinFeed 2.8 mampu membuat formulasi bahan pakan untuk campuran pakan dengan berat maksimal (batch size) 1.000 ton, jauh melebihi kemampuan FeedLIVE 1.5. Selain itu, WinFeed 2.8 dilengkapi dengan kemampuan untuk menghitung rata-rata dan simpangan baku dari metode stokastik. Keluaran (output) hasil perhitungan WinFeed 2.8 hampir sama dengan FeedLIVE 1.5, yaitu berupa jumlah (dalam kilogram, pon, atau ton) dari bahan-bahan pakan yang perlu dicampurkan untuk membentuk campuran bahan pakan tunggal (ransum). Namun, WinFeed 2.8 dapat menampilkan keluaran dalam diagram batang (bar chart) dan lingkaran (pie chart).
Formulasi bahan pakan menggunakan software hanyalah sebuah alat untuk mendapatkan formulasi terbaik dalam memperoleh campuran bahan pakan tunggal (ransum). Kualitas ransum hasil formulasi bahan pakan tetap harus memenuhi standar kualitas makanan yang baik. Artinya, bahan-bahan pakan penyusun ransum haruslah aman bagi ternak, mudah diperoleh, dan biayanya murah. Melalui langkah ini diharapkan produktivitas di Indonesia dapat meningkat secara signifikan.

5. FONT "Fixedsys"
Software Non Ruminansia /Program ini membantu peternak untuk menyusun Ransum semua jenis ternak non ruminansia dengan cepat dan tepat dan mudah untuk dioperasionalkan serta dilengkapi dengan tutorial sehingga pengguna bisa belajar secara mandiri.
Dalam program ini memuat macam - macam jenis bahan pakan yang siap disusun menjadi Ransum yang berkualitas.Tumbuh kembangnya industri pakan rakyat akan mendorong iklim usaha peternakan menjadi kompetitif karena ketergantungan terhadap pakan pabrikan dapat dihindari.

6.WinQSB
Model yang telah disusun kemudian diolah dengan alat bantu komputer menggunakan software WinQSB (Quantitative System for Bussiness versi 1.0). output program komputer adalah formula ransum dengan minimasi biaya pembuatan ransum dengan bahan baku yang ditetapkan dan analisis sensitivitas. Formulasi ransum berguna untuk mengetahui biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat ransum dengan kandungan gizi dan harga yang berlaku.

7. FORSUM ver 1.1
Aplikasi gratis berbasis Excel, anda dapat menggunakan FORSUM ver 1.1 keluaran dari Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan. Biaya pakan merupakan komponen terbesar dalam suatu usaha produksi ternak, karena 60-80% dari biaya produksi berasal dari pakan. Pakan komersial yang biasa digunakan peternak sangat tinggi harganya. Penggunaan pakan yang mahal dapat menyebabkan peternak mengalami kerugian. Untuk mengatasi tingginya harga pakan komersial tersebut, peternak dituntut untuk dapat membuat pakan sendiri dari bahan-bahan pakan yang tersedia dan harga yang relatif lebih murah. Untuk dapat membuat pakan sendiri, peternak harus dapat memformulasikan ransum, yaitu menghitung berapa proporsi masing-masing bahan pakan dengan kandungan nutrien yang sesuai dengan kebutuhan ternak. Ransum unggas yang baik harus dapat memenuhi kebutuhan energi, protein, mineral, asam amino serta nutrien lainnya, disamping itu harus harganya harus relatif murah. Salah satu metode dalam formulasi ransum yang yang menghasilkan ransum yang harganya murah dengan nutriennya seimbang  (balance least cost ration) adalah dengan metode Linear Programming (LP). Cara sederhana dalam menerapkan LP dalam formulasi ransum adalah dengan memanfaatkan program Excel Solver. Program FORSUM ver 1.1 Program program formulasi ransum ini dapat digunakan untuk memformulasikan ransum unggas yang menggunakan Excel Solver. Untuk menjalankan program ini, pengguna harus menginstalkan Solver pada program Excelnya (Add in Solver), disamping itu juga harus mengaktifkan fasilitas macro. Dalam program ini telah tersedia daftar 34 macam bahan pakan dengan komposisi nutrien serta harganya, dan dilengkapi dengan standar kebutuhan nutrien untuk berbagai jenis unggas, yaitu ayam broiler, ayam petelur dan ayam kampung. Daftar bahan pakan ini dapat diedit oleh pengguna atau dapat juga ditambah bahan pakan baru. Tahapan formulasi ransum terdiri dari 1) pemilihan bahan pakan dengan cara menuliskan nomor bahan pakan, 2) menuliskan kebutuhan nutrien, atau mencopy dari standar kebutuhan nutrien, 3) memformulasikan dengan meng-click tombol formulate.

8. Lindo (DOS)
Metoda ini merupakan metoda yang diharapkan bisa menghitung atau menjawab jenis bahan pakan berdasarkan kebutuhan ternak dan mempertimbangkan kendala-kendala dalam penyusunan ransum. Perhitungannya lebih komplek dan biasanya perhitungan ini dengan menggunakan software (program) komputer. Program yang akan digunakan adalah program Lindo (DOS).

Berikut adalah beberapa perintah yang digunakan dalam formulasi ransum dengan menggunakan Lindo.

MIN, minimize (digunakan untuk memerintahkan perhitungan penggunaan bahan pakan secara minimal)
ST, subject to
EXT, extended (digunakan untuk menambah persamaan)
END, (digunakan untuk perintah selesai menambah persamaan)
DEL, delete (digunakan untuk menghapus persamaan)
ALTER (digunakan untuk merubah koefisien suatu variable dalam persamaan)
LOOK (digunakan untuk melihat persamaan yang telah dibuat
ALL (untuk melihat semua persamaan dari baris persamaan ke)
GO (digunakan untuk memproses data)
SAVE (digunakan untuk menyimpan data persamaan yang telah dibuat)
QUIT (keluar dari program Lindo)
RETRIEVE (digunakan untuk memanggil file data yang pernah ada)

9. Simpleks
Software ini menerapkan metode simpleks untuk menyelesaikan permasalahan dalam menentukan komposisi pakan yang memenuhi nutrisi. Program aplikasi simpleks yang dibuat terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian penyusunan ransum ternak, dan bagian database bahan dan kebutuhan. Database bahan dan kebutuhan digunakan untuk menampilkan seluruh data yang nantinya digunakan dalam proses penyusunan pakan ternak, sedangkan proses perhitungan metode simpleks digunakan untuk melakukan proses formulasi pakan ternak tersebut.
Bagian program aplikasi untuk penyusunan pakan ternak berbentuk sebuah form yang berisikan serangkaian langkah (wizard) yang dibagi dalam bentuk pagetab.
Tampilan awal dari program aplikasi simpleks untuk menentukan pemenuhan nutrisi komposisi pakan ternak ditunjukkan pada Gambar 1.

Salah satu tampilan penyusunan pakan ternak ditunjukkan pada Gambar 2.


10.Feedsoft Formulation

Feedsoft Corporation dari Texas, USA juga mengeluarkan dua tipe software yaitu Feedsoft Standard Edition dan Feedsoft Advance Professional Edition. Feedsoft Standard Edition dirilis untuk segmen peternak kecil/pengusaha pabrik pakan skala kecil yang ingin membuat formulasi pakan ternak dengan cara yang lebih mudah dan praktis tapi sesuai prinsip least-cost formulation. Sedangkan Feedsoft Advance Professional Edition dirilis untuk segmen perusahaan besar yang memiliki database bahan baku yang kompleks dan terintegrasi. Feedsoft cenderung lebih lambat saat dioperasikan di komputer dibandingkan software rivalnya yang lain, yang juga sudah ter-install dalam 1 komputer.

Rabu, 06 Mei 2015

laporan hemoglobin

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Penetapan Hb metode Sahli didasarkan atas pembentukan hematin asam setelah darah ditambah dengan larutan HCl 0.1N kemudian diencerkan dengan aquadest. Pengukuran secara visual dengan mencocokkan warna larutan sampel dengan warna batang gelas standar. Metode ini memiliki kesalahan sebesar 10-15%, sehingga tidak dapat untuk menghitung indeks eritrosi. Anemia adalah suatu keadaan dengan kadar hemoglobin yang lebih rendah dari normal. Anemia bisa juga berarti suatu kondisi ketika terdapat defisiensi ukuran atau jumlah eritrosit atau kandungan hemoglobin. Anemia yang paling umum ditemukan di masyarakat adalah anemia gizi besi. Terjadinya anemia gizi besi ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya kandungan zat besi dalam makanan sehari-hari, penyerapan zat besi dari makanan yang sangat rendah, adanya parasit dalam tubuh seperti cacing tambang atau cacing pita, diare, kehilangan banyak darah akibat kecelakaan atau operasi karena penyakit (Wirakusumah, 1999). Anemia gizi besi adalah anemia yang terjadi akibat kekurangan zat besi dalam darah. Artinya, konsentrasi hemoglobin dalam darah berkurang karena terganggunya pembentukan sel-sel darah merah akibat kurangnya kadar zat besi dalam darah. Semakin berat kurangnya kadar zat besi yang terjadi, akan semakin berat anemia yang diderita. Anemia gizi besi berakibat buruk bagi penderita terutama bagi golongan rawan gizi yaitu anak balita, anak sekolah, remaja, ibu hamil dan ibu menyusui serta pekerja terutama yang berpenghasilan rendah. Pada anak dan remaja yang terkena anemia gizi akan terganggu 2 pertumbuhan fisik dan perkembangan. Selain itu, aktivitas fisiknya juga akan menurun (Wirakusumah, 1999). Prevalensi anemia (< 12g/ dl) adalah sebesar 27% ( remaja desa) dan 22% (remaja kota) pada saat tidak sedang menstruasi. Sebanyak 24% (remaja desa) dan 27,8% (remaja kota) pada saat menstruasi. Data tersebut menunjukkan bahwa kadar hemoglobin lebih tinggi pada remaja desa pada saat menstruasi, sedangkan kadar hemoglobin lebih rendah pada remaja desa pada saat tidak sedang menstruasi (Vasanthi et.al, 1991).


1.2. Tujuan

Untuk mengetahui kadar hemoglobin (Hb) darah


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Hemoglobin

Hemoglobin merupakan protein yang terdapat dalam sel darah merah atau eritrosit, yang memberi warna merah pada darah. Hemoglobin terdiri atas zat besi yang merupakan pembawa oksigen. Kadar hemoglobin dapat ditetapkan dengan berbagai cara, antara lain metode Sahli, oksihemoglobin atau sianmethhemoglobin. Metode Sahli tidak dianjurkan karena memiliki kesalahan yang besar, alatnya tidak dapat distandardisasi, dan tidak semua jenis hemoglobin dapat diukur, seperti sulfhemoglobin, methemoglobin dan karboksihemoglobin. Dua metode yang lain (oksihemoglobin dan sianmethemoglobin) dapat diterima dalam hemoglobinometri klinik. Namun, dari dua metode tersebut, metode sianmethemoglobin adalah metode yang dianjurkan oleh International Commitee for Standardization in Hematology (ICSH) sebab selain mudah dilakukan juga mempunyai standar yang stabil dan hampir semua hemoglobin dapat terukur, kecuali sulfhenoglobin.

Kadar hemoglobin dalam darah sangat tergantung pada jenis kelamin dan umur seseorang.
Ø  Pria dewasa : 13.2 - 17.3 g/100 ml darah
Ø  Perempuan : 11.7 - 15.5 g/100 ml darah
Ø  Bayi baru lahir : 15.2 - 23.6 g/100 ml darah
Ø  Anak usia 1-3 tahun : 10.8 - 12.8 g/100 ml darah
Ø  Anak usia 4-5 tahun : 10.7 - 14.7 g/100 ml darah
Ø  Anak usia 6-10 tahun : 10.8 - 15.6 g/100 ml darah

2.2 Dasar Penetapan

 Penetapan Hb metode Sahli didasarkan atas pembentukan hematin asam setelah darah ditambah dengan larutan HCl 0.1N kemudian diencerkan dengan aquadest. Pengukuran secara visual dengan mencocokkan warna larutan sampel dengan warna batang gelas standar. Metode ini memiliki kesalahan sebesar 10-15%, sehingga tidak dapat untuk menghitung indeks eritrosit. Penetapan kadar Hb metode oksihemoglobin didasarkan atas pembentukan oksihemoglobin setelah sampel darah ditambah larutan Natrium karbonat 0.1% atau Ammonium hidroksida. Kadar Hb ditentukan dengan mengukur intensitas warna yang terbentuk secara spektrofotometri pada panjang gelombang 540 nm. Metode ini tidak dipengaruhi oleh kadar bilirubin tetapi standar oksihemoglobin tidak stabil. Metode sianmethemoglin didasarkan pada pembentukan sianmethemoglobin yang intensitas warnanya diukur secara fotometri. Reagen yang digunakan adalah larutan Drabkin yang mengandung Kalium ferisianida (K3Fe[CN]6) dan kalium sianida (KCN). Ferisianida mengubah besi pada hemoglobin dari bentuk ferro ke bentuk ferri menjadi methemoglobin yang kemudian bereaksi dengan KCN membentuk pigmen yang stabil yaitu sianmethemoglobin. Intensitas warna yang terbentuk diukur secara fotometri pada panjang gelombang 540 nm. Selain K3Fe[CN]6 dan KCN, larutan Drabkin juga mengandung kalium dihidrogen fosfat (KH2PO4) dan deterjen. Kalium dihidrogen fosfat berfungsi menstabilkan pH dimana rekasi dapat berlangsung sempurna pada saat yang tepat. Deterjen berfungsi mempercepat hemolisis darah serta mencegah kekeruhan yang terjadi oleh protein plasma.

Hemoglobin berperan penting dalam mempertahankan bentuk sel darah merah dan memberi warna merah pada darah. Struktur hemoglobin yang abnormal bisa mengganggu bentuk sel darah merah dan menghambat fungsi dan aliran darah melewati pembuluh darah. beberapa kondisi yang berkaitan dengan jumlah SDM dan Hb yaitu :
1.      Jumlah SDM normal tapi kadar Hb kurang karena ukuran SDM lebih kecil daripada normal yang disebut anemia mikrositik.
2.      Jumlah SDM normal tetapi kadar Hb kurang karena kadar Hb memang kuarang daripada normal yang disebut anemia hipokromik.

Kadar hemoglobin dalam darah dapat ditentukan dengan berbagai macam cara atau metode. Metode yang paling tepat adalah berdasarkan atas analisa kandungan besi atau kapasitas peningkatan oksigen dari molekul tersebut. Sejumlah prosedur yang cepat telah dikenbangkan berdasarkan pengamatan secara langsung pada warna darah dan menyamakan dengan suatu standar buatan. Penetapan Hb metode sahli didasarkan atas pembentukan hematin asam setelah darah ditambah drngan larutan HCL 0,1 N kemudian diemcerkan dengan aquadest. Pengukuran secara visual dengan mencocokan warna larutan sampel dengan warna batang gelas standar.
    

BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum dilakukan pada hari jumat tanggal 23 april 2015 dan pada pukul 14.50 WIB. Dan bertempat dilaboratorium laboratorium Fakultas Peternakan Universitas Jambi.

3.2. Alat dan Bahan
Ø  Alat : haemometer sahli, pipet sahli yang bersekala dari 0,02 ml (ketelitiannya 1%), standar pasteur, batang pengaduk dari gelas, jarum suntik.
Ø  HCL 0,1 N, aquadest.

3.3. Cara Kerja
1.      Masukkan kira-kira 5 tetes HCL 0,1 N ke dalam tabung pengencer hemometer.
2.      Isaplah darah dengan pipet hemoglobin sampai garis tanda 0,02 ml.
3.      Hapuslah darah yang melekat pada sebelah luar ujung pipet.
4.      Catatlah waktunya dan segerahlah alirkan darah dari pipet kedalam dasar tabung pengenceran yang berisi HCL itu, hati-hati jangan sampai terjadi gelembung udara.
5.       Angkatlah pipet itu sedikit, lalu isap asam HCL yang jernih itu kedalam pipet 2 atau 3 kali untik membersihkan darah yang masih tinggal dalam pipet.
6.      Campurkan isi tabung itu supaya darah dan asam bersenyawa, warna campuran menjadi coklat tua.
7.      Tambahkam air setetes demi setetes, tiap kali diaduk dengan batang standar harus dicapai 5 menit. Setelah saat darah dan HCL di campur dalam alat sahli. Dalam alat mempersamakan warna hendaknya tabung diputar demikian sehingga garis bagi tidak terlihat.
8.      Bacalah kadar hemoglobin dengan garam/100 ml darah (gr%)

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil

Nama Mahasiswa
Kadar Hemoglobin
Keterangan
M. Osen
10,4
Normal
Mussiah
6
Anemia
Sefti yanti

9
Anemia
Umi latifah
8
Anemia

4.2. Pembahasan

Pada kegiatan praktikum kali ini telah dilakukan beberapa uji sampel kepada beberapa mahasiswa yang melakukan praktikum, tapi dari kegiatan yang telah dilakukan hasil yang didapat adalah kebanyakan Hb dari tiap-tiap mahasiswa dibawah ambang batas Hb yang menjadi standar pengukuran. Adapun beberapa hal yang menjadi sumber kesalahan, dari praktikum yang telah kami lakukan ialah ialah: Tidak semua hemoglobin berubah menjadi hematin asam seperti karboksihemoglobin, methemoglobin, sulfahemoglobin.
·         Kemampuan untuk membedakan warna tidak sama
·         Sumber cahaya yang kurang baik.
·         Kelelahan mata
·         Alat-alat kurang bersih

  Pemeriksaan hemoglobin dalam darah mempunyai peranan yang penting dalam diagnosa suatu penyakit, karena hemoglobin merupakan salah satu protein khusus yang ada dalam sel darah merah dengan fungsi khusus yaitu mengangkut O2 ke jaringan dan mengembalikan CO2 dari jaringan ke paru-paru. Kegunaan dari pemeriksaan hemoglobin ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya gangguan kesehatan pada pasien, misalnya kekurangan hemoglobin yang biasa disebut anemia. Hemoglobin bisa saja berada dalam keadaan terlarut langsung dalam plasma. Akan tetapi kemampuan hemoglobin untuk mengikat oksigen tidak bekerja secara maksimum dan akan mempengaruhi pada faktor lingkungan.
 Hemoglobin yang meningkat terjadi karena keadaan hemokonsentrasi akibat dehidrasi yang menurun dipengaruhi oleh berbagai masalah klinis. Pemeriksaan hemoglobin dilakukan pengukuran dengan metode cyanmethemoglobin. Sebelumnya eritrosit dilisiskan kemudian heme dioksidasi menjadi cyanmethemoglobin dan diukur dengan fotometer pada panjang gelombang 540 nm.
Hemoglobin merupakan pigmen dari eritrosit yang sangat kompleks. Hemoglobin merupakan persenyawaan antara protein, globin dan zat warna (heme). Keistimewaan dari hemoglobin adalah dapat mengikat O2 dan CO2. Pada metode sahli, darah sengan larutan HCl 0,1 N akan membentuk hematin yang berwarna coklat. Setelah itu, warna disamakan dengan warna standar sahli dengan menambahkan aquadest sebagai pengencer. Prinsip hemoglobin diubah mejadi asam hematin, kemudian warna yang terjadi dibandingkan secara visual dengan standar dalam alat itu.


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Hemoglobin adalah metalprotein pengangkut oksigen yang mengandung besi dalam sel merah dalam darah mamalia dan hewan lainnya. Molekul hemoglobin terdiri dari globin, apoprotein dan empat gugus heme, suatu molekul organik dengan satu atom besi.  Hemoglobin adalah protein yang kaya akan zat besi. Memiliki afinitas (daya gabung) terhadap oksigen dan dengan oksigen itu membentuk oxihemoglobin di dalam sel darah merah. Dengan melalui fungsi ini maka oksigen dibawa dari paru-paru ke jaringan-jaringan (Evelyn, 2009).  Hemoglobin merupakan senyawa pembawa oksigen pada sel darah merah. Hemoglobin dapat diukur secara kimia dan jumlah Hb/100 ml darah dapat digunakan sebagai indeks kapasitas pembawa oksigen pada darah.  Hemoglobin adalah kompleks protein-pigmen yang mengandung zat besi. Kompleks tersebut berwarna merah dan terdapat didalam eritrosit. Sebuah molekul hemoglobin memiliki empat gugus haeme yang mengandung besi fero dan empat rantai globin (Brooker, 2001).

Kadar hemoglobin dalam darah sangat tergantung pada jenis kelamin dan umur seseorang.
Ø  Pria dewasa : 13.2 - 17.3 g/100 ml darah
Ø  Perempuan : 11.7 - 15.5 g/100 ml darah
Ø  Bayi baru lahir : 15.2 - 23.6 g/100 ml darah
Ø  Anak usia 1-3 tahun : 10.8 - 12.8 g/100 ml darah
Ø  Anak usia 4-5 tahun : 10.7 - 14.7 g/100 ml darah
Ø  Anak usia 6-10 tahun : 10.8 - 15.6 g/100 ml darah
Berdasarkan hasil percobaan, dalam penetapan kadar hemoglobin yang digunakan untuk mendiagnosa anemia, diketahui bahwa metode hematin asam dengan termometer sahli dinilai lebih besar tingkat ke akuratannya dibandingkan dengan metode tallquist. Hal tersebut terjadi karena terdapat beberapa faktor, diantaranya adalah ketelitian praktikan yang cenderung lebih besar saat menggunakan metode hemometer sahlia yang notabene memiliki skala yang lebih baik

5.2.  Saran

1.      Pada saat penelitiaan sebaiknya siswa berhati-hati agar tidak terjadi kesalahan.
2.      Pada saat pengambilan darah sebaiknya darah yang diambil melalui pipet jangan sampai teputus, dan harus sesuai dengan ukuran yang ada.
3.      Dan pada saat pengambilan sampel hendaknya berhati-hati dalam melihat warna, karena harus sama dengan tabung yang ada di dalam alat sahli haemometer.


DAFTAR PUSTAKA


Syarifah, Elfira Rosa. 2011: Panduan praktikum fisiologi hewan.Palembang
Syamsuri, Istamar. 2004: Erlangga Biologi XI. Jakarta.

bangga jadi alumni SMA NEGERI 5 Tebo